5 Nilai Utama Abjad Pada Penguatan Pendidikan Abjad (Ppk) Sebagai Poros Perbaikan Pendidikan Nasional

Pembelajaran Berbasis Penguatan Karakter_Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan, Penguatan Pendidikan Karakter merupakan poros utama perbaikan pendidikan nasional yang berkaitan bersahabat dengan banyak sekali aktivitas prioritas pemerintah. Menurut Mendikbud, 5 nilai utama huruf yang menjadi prioritas pada Penguatan Pendidikan Karakter, berkaitan bersahabat dengan banyak sekali aktivitas prioritas Kemendikbud di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Pembelajaran Berbasis Penguatan Karakter 5 Nilai Utama Karakter pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai Poros Perbaikan Pendidikan Nasional

Adapun lima nilai utama pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai berikut:
  1. Religius
  2. Nasionalis
  3. Mandiri
  4. Integritas
  5. Gotong Royong.
"Program Penguatan Pendidikan Karakter diperlukan menjadi ruh dari pendidikan nasional. Nilai utama huruf PPK tidak hanya menyasar para penerima didik/siswa, tetapi juga pada pendidik, dan orang renta sebagai pendidik utama dan pertama,"

Salah satu rencana penguatan tugas guru dan kepala sekolah yang dikala ini disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu mendorong revitalisasi tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai manajer, dan guru sebagai inspirator PPK.

Diharapkan, pembelajaran berbasis penguatan karakter yang terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah melalui PPK, sanggup menghadirkan generasi muda yang berdaya saing dan mempunyai huruf positif.

Menurut Itje Chodidjah (Wakil Dewan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dikala ini digalakkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud yaitu milik seluruh komponen bangsa sebagai upaya menguatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Keluarga, masyarakat, dan sekolah sebagai tripusat pendidikan mempunyai peranan penting dalam aktivitas PPK.

"Melalui budaya yang dikembangkan di sekolah, PPK sanggup dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan sikap positif. Kepala sekolah dan guru sebagai motornya secara otomatis menjadi teladan,"

Menurut Itje Chodidjah, dalam proses pembelajaran, PPK sanggup pribadi diintegrasikan melalui tema maupun mata pelajaran.

Pengelolaan kelas oleh guru dan metode mencar ilmu yang dipilih juga merupakan ajang penguatan huruf penerima didik.

"Karakter yaitu garamnya pendidikan. Karakter memberi rasa dalam banyak sekali cara kita mendidik dan materi yang kita gunakan untuk mendidik melalui mata pelajaran,"

Beliau menambahkan, dalam metode kolaboratif, misalnya, banyak sekali huruf sanggup dikembangkan. Komite sekolah dan masyarakat yaitu kawan sekolah dalam menggiatkan PPK.

"Misalnya sekolah sanggup bekerja sama dengan pusat-pusat budaya, museum, atau warga sekitar masyarakat yang mempunyai keunggulan untuk menjadi bab dari PPK.

Dengan demikian kearifan lokal sanggup dikembangkan. PPK hasilnya harus menjadi landasan bagi tripusat pendidikan dalam membuatkan generasi muda Indonesia,"

Saat itu (Januari 2017) sudah ada 542 sekolah pada jenjang pendidikan dasar yang siap menerapkan aktivitas Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Sekolah-sekolah itu akan menjadi sekolah piloting dalam implementasi PPK. Beberapa di antaranya yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali; SMPK 3 Penabur, Jakarta Pusat; SMPN 2 Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah; Sekolah Menengah Pertama Islam Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten; dan SMPN 19 Manokwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sumber: Web Resmi Kemendikbud
Baca juga: Konsep Dasar dan Manfaat Penguatan Pendidikan Karakter

0 Comments

Posting Komentar